Motorplus

Contact Us

Welcome Guys

Visitor Online

Total Tayangan Halaman

Andalkan Body Standard

Written By pijar mentariku on Selasa, 19 Juni 2012 | 00.17



SUZUKI
 SKYDRIVE125
 JAKARTA 

Gaya modifikasi skubek low rider paling pas bersanding dengan Suzuki Skydrive. Ini lantaran desain skubek berlogo S ini punya bodi yang lebih gambot katimbang bodi standar motor matik lain yang jadi rival atau bahkan yang masih saudaranya.

“Mulai dari bagian sayap depan motor sampai areal dek memiliki dimensi yang lebih besar,” serius Joddy, owner sekaligus builder bengkel JDM Project di Pangkalan Jati, Kalimalang, Jakarta Timur.

Dengan dukungan bodi gambot, Skydrive jadi lebih mantap kena sentuhan gaya low rider. “Enggak perlu tambahan unsur wide body, skubek ini sudah terlihat besar dan berotot,” lanjut builder berkacamata minus.
Pe-ernya tinggal bikin undur-undur atau breket dudukan mesin lebih melar. Seperti pada ubahan gaya low rider umumnya yang diaplikasi sama. Pada Skydrive ini breket dudukan mesin dibikin panjang sekitar 25 cm. 

Setelah itu yang jadi perhatian adalah ubahan pada areal kaki-kaki. Untuk roda depan mengaplikasi pelek custom monoblok depan lebar 3 inci. “Biar pas, duduk di fork depan segitiga bawah harus dibuat lebih lebar,” lanjut Joddy yang kerap tampil di program TV swasat nasional.

Sementara untuk roda belakang, juga mengandalkan pelek monoblok yang sama dengan lebar 6 inci. Kedua roda ini tetap mengaplikasi diameter roda ring 14 inci sesuai ukuran roda Skydive standar.

Pemilihan warna pada bodi juga ikutan diolah. Mengandalkan airbrush grafis yang tarikan garisnya dibikin mengikuti lekukan bodi Skydrive.
 (motorpus-online.com) 
DATA MODIFIKASI
Knalpot : JDM Projeck
Grip : Custom Mahkota Raja
Filter udara : Variasi Turbin
Sok belakang : Variasi
Setang : Z Bar Custom
JDM Project : 0811-14-1722 
Penulis : Belo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT
waroengkopikoe
00.17 | 0 komentar | Read More

Skubek Masa Depan

Written By pijar mentariku on Rabu, 13 Juni 2012 | 23.10


SUZUKISKYDRIVE 2010 


Sebagai modifikator, Siswo Winoto dari Wins Paddock (WP) from Kota Mendoan, Purwokerto memiliki ciri dalam setiap garapannya. Yaitu, mengumbar kesan future design. Ini kali, Suzuki Skydrive 125 jadi sasaran tembaknya.

Duuaarrr...! Dari sisi visual jelas, body work memang kombinasi ala masa depan dengan sentuhan serba runcing bergaya streetfighter khas Banyumasan.

Kesan masa depan nongol pada buritan. Tepatnya bagian atas buntut. "Dibikin sayap kecil, kalau di F1 berfungsi sebagai penambah down force saat kendaraan melaju. Namun yang ini hanya semata variasi. Meniru pesawat dari film Star Trek," buka builder beken disapa Wiwin ini.

Bagian depan terkesan lega dan lapang. Material bodywork memakai fiberglass. Bodi samping depan lebar dengan sudut menyiku sampai atas. Ini trik agar bagian lampu depan bisa terlihat mendem atau nyelup ke belakang.

Lampu utama ada pada dua reflektor bulat di bawah tameng bodi depan. Penyeimbang ditambah lampu sein Supra 125 yang dipasang. Ini menerapkan sistem HID yang memiliki sensor otomatis menyala dalam gelap.
 (motorplus-online.com)




Kaki-Kaki Spesial

Pilihan kaki-kaki, Wiwin setia dengan kreasi handmade. Selain radikal juga fungsional. Contoh aplikasi pro arm di roda depan. "Komponenya gado-gado. Sok komponen variasi yang diolah sendiri bagian dalamnya. Untuk konstruksi dibuatkan link atas dan bawah sejajar, sehingga redaman sokbreker bisa maksimal," cuap Wiwin yang merasa cukup pakai pipa 1 inci sebagai dudukan sok depan.

Untuk bagian segitiga berubah total. Modifikator yang jago karate ini bikin konstruksi baru sebagai pemegang sokbreker tunggal ini. Menggunakan pelat besi 25 mm, Wiwin buat dudukan yang seimbang agar motor bisa stabil kala melaju.

Sedangkan pelek, Wiwin pilih custom milik Honda Genio dibelah dengan lebar 4 inci depan dan 7 inci di belakang.
Data Modifikasi :
Ban depan : Swallow 140/60-14
Ban belakang : Kenda 160/80-14
Sok belakang : Ride It
Lampu belakang : LED
Setang : KTC
WP : 0815-4888-6755


waroengkopikoe
23.10 | 0 komentar | Read More

Body Melar Tapi Simple

Written By pijar mentariku on Jumat, 08 Juni 2012 | 21.44


SUZUKI Skydrive125 2010 (Malang)




Nasrudin yang pemilik Suzuki Skydrive 125 memilih tema modifikasi big matic simpel. Digarap simpel lantaran bodi asli memang sudah lebar untuk ukuran skubek di kelasnya.

Pria yang tingggal di Jl. KH. Malik Dalam, Kedungkandang, Malang ini hanya sedikit custom bodi dan kaki-kaki. "Bagian yang kena ubahan jelas terlihat di bawah bodi. Seperti pemasangan bodi kit mulai dari sayap, bawah bordes, hingga cover bodi samping. Bahan yang digunakan dari serat fiber," ujar Nasrudin bangga.

Bodi kit itu sendiri dipasang mengandalkan sekrup yang diikat ke berapa bagian. Mulai dari sayap samping, bawah bordes hingga sisi luar bodi skubek. Intinya, pemasangan bodi kit ini dibikin model knock down agar bisa bongkar-pasang.

Selain cover bodi, perubahan juga terjadi pada sepatbor depan juga belakang. Kedua pelindung roda itu digarap hampir menutupi sebagian permukaan roda yang merupakan ciri khas dari motor low rider. "Sepatbor depan dipasang seperti biasa di segitiga. Cuma biar bagian samping tidak gampang goyang, di dalamnya dikadansih batang penahan. Sedang untuk braket sepatbor belakang, cukup hanya dipasang ke rumah CVT," ujar pemilik rambut model mohawk ini.

Skubek yang dimodif di Roda Jaya Motor di Jl. Borobudur, Blimbing, Malang ini, dirombak bagian setang aslinya. Awalnya terlindung cover, oleh pria yang suka mengenakan pakaian ala biker itu diganti part variasi. Model Robocop berikut instrumen panel pakai produk KTC.

"Berhubung batok setang sudah diganti, spidometer juga disesuaikan model digital. Selain berkesan modern, spido model ini juga mengisi kekosongan di bagian yang sudah diubah," lanjut Nasrudin yang juga menyesuaikan tebeng depan.

PAKAI SOK STABILIZER
Pemasangan ban lebar dan undur-undur di Suzuki Skydrive termasuk langka. Apalagi peranti variasi khusus untuk skubek ini masih jarang di pasaran. Makanya harus dibikin supaya lebar profil ban tidak berpengaruh ke rumah CVT.

Oleh sebab itu, undur-undur dengan panjang 25 cm dikasih stabiliser sok Gazi di triple T yang lebarnya 18 cm. Pemasangan ini mampu meredam kejut mesin berikut rumah CVT ketika dipakai jalan.

Sedang pelek mobil yang memiliki lebar 5 inci dengan ring 14 inci, dipasang agar tetap lurus dengan roda depan tanpa harus banyak ubahan berarti. Dan untuk memaksimalkan kerja peredam kejut belakang tadi, di bagian atas mesin masih harus dibuatkan adaptor lagi. Tentunya berfungsi untuk menopang sokbreker satu lagi.
  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
 
Pelek : Custom 14 inci
Ban : Delitire 120/70-14 dan 140/70-14
Sok depan : Upside down Variasi
Sok belakang : YSS classic
Knalpot : ZOX
Footstep : Bungbon
Tuas rem : Brembo
Setang : Custom
Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT

waroengkopikoe
21.44 | 0 komentar | Read More

Low Rider Atau Pro-Street?

Written By pijar mentariku on Jumat, 04 Mei 2012 | 04.24




Suzuk
i
SKYDRIVE2012
 (Jakarta)





Body dibiarkan standard karena dianggap sudah Oke


Stang dari Honda
Istilah aliran pro-street biasanya diadopsi di motor-motor besar macam H-D. Namun Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom ngotot aplikasi di skubek. Katanya seperti terlihat di Suzuki Skydrive milik Bro Yudi Hendra ini.

Istilah pro-street gaya-gayaan Topo saja. Mungkin menurut dia sih motor prosteet yaitu bisa dipakai di jalanan. Bukan seperti di H-D yang cirinya antara rangka belakang dan depan rata.

Kalau mau jujur sih lebih gampang Skydrive ini mengikuti aliran low rider. Ciri aliran low rider di skubek tidak hanya berkesan ceper, tapi sumbu roda dibuat melar.

Tentu teknik paling gampang untuk memanjangkan sumbu roda, modifikator urakan itu pasang undur-undur atau engine mounting yang dipanjangin. “Sekarang lebih molor 15 cm,” jelas Topo yang konsisten dengan bodi pelat itu.



Undur-undur bikin mundur 15 Cm
Shock Grand Classic
Topo mengubah bagian kaki-kaki lain. Pelek belakang aplikasi yang lebih lebar. Untuk itu harus main custom. Lingkarannya aplikasi dari pelek mobil bahan besi. Dipilih yang lebarnya 6 inci.

Sedangkan untuk pegangan dengan teromol, mengaplikasi gaya pelek billet atau monoblok. Bahannya ambil dari pelat besi 2 cm dipadukan dengan teromol asli Skydrive. “Karena jenis bahan yang berbeda, digabungkan dengan teknik baut,” jelas bro yang bermarkas di Jl. Kebagusan Raya No. 99 Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Untuk sokbreker belakang juga disesuaikan dengan tampilan low rider. Dipilih yang desainnya klasik. Diambil dari kepunyaan Honda Grand yang aslinya sudah dikrom abis.

Tinggal pelek depan. Diambil dari punya mobil juga yang lebarnya 3 inci. Untuk billet atau bagian dalamnya juga aplikasi dari pelat 2 cm. Sedangkan teromolnya bikin dari pipa. Dibuatkan dudukan laher kanan-kiri, namun tanpa gigi spidometer karena sudah aplikasi model digital.




Up Side Down dari limbah Big Scooter
Untuk sok depan mengandalkan tipe upside down dari limbah big matic. Pemasangannya gampang, cukup melepas as segitiga Skydrive, dipasangkan di triple T upside down.

Kini Yudhi puas, motor yang sebenarnya untuk hadiah ulang tahun istrinya sudah keren. Pada saat pengambilan, wajah sang istri penuh bingar. Doi bilang, “yang.. motornya bagus, saya suka” tutup Vita, bininya Yudhi.

So sweet, bro!
 (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-14
Ban belakang : Corsa 150/60-14
Knalpot : Kwangen Product
Sepatbor : Tauco
Tauco Custom : 0856-8380-209
Penulis : Hanggi | Teks Editor : Nurfil | Foto : Axl
waroengkopikoe

04.24 | 4 komentar | Read More